hari-hari setelah lulus kuliah ko kyak gini ya....
makin membuat gw malezzzz........
abisnya mu nyari kerja katanya bis lebaran aja,,,, ya udah moga-moga bis lebaran gw bwruntung dapetin kerjaan yang sesuai ma apa yang gw inginkan dan bisa nyaman....
dan yang pastinya gajinya....harus sesuai juga donkk......
semuanya....doain gw ya.......
gw gx mau jadi cew lemah gw harus berani untuk menggapai masa depan gue,,,,
karena masa depan yang cemerlang lebih penting dari pada harus mikirin urusan yang gx penting dan gx ad habisnya.....
so....gw gx akan nyerah sampai kpanpu,,,
gw akan tnjukin kalau gw emang bner2 smart girl.....
masa depan yang cerah dah menunggu gw.... gw harus capai semua itu.....
aminnnnnnnnn
doain kawaaaannnnnnnnnnn...........
gue akan benar-benar meninggalkan kalian hari ini
BM adalah salah satu yang membuat hidup gw jadi banyak arti..
gw janji gw gx akan lupain kalian semua..................
love you all!!!
gw janji gw gx akan lupain kalian semua..................
love you all!!!
just memories
Gak bakalan ada yang abadi,semua yang datang itu pasti bakalan pergi....
gw ngerti semua keadaan ini...
dan sekarang gw akan teruskan perjalanan gw...
dengan orang-orang baru...
sebenarnya gw benci keadaan ini tapi mo gimana lagi....
gw gx tau apa yang terjadi selanjutnya ma kehidupan gw....
gw cuma hanya bisa menjalankan aja apa yang sudah diatur ma Tuhan...
gw gx bisa bicara banyak nioe hari....
puasda baru sekali da aja halangan yang bisa bikin gw emosi bgt....
mulai sekarang gw gx akan peduli ma orang lain....
gw 100% cuek........
kecuali ma orang2 yang bener2 sayangk ma gw....gx boongan.....
gw ngerti semua keadaan ini...
dan sekarang gw akan teruskan perjalanan gw...
dengan orang-orang baru...
sebenarnya gw benci keadaan ini tapi mo gimana lagi....
gw gx tau apa yang terjadi selanjutnya ma kehidupan gw....
gw cuma hanya bisa menjalankan aja apa yang sudah diatur ma Tuhan...
gw gx bisa bicara banyak nioe hari....
puasda baru sekali da aja halangan yang bisa bikin gw emosi bgt....
mulai sekarang gw gx akan peduli ma orang lain....
gw 100% cuek........
kecuali ma orang2 yang bener2 sayangk ma gw....gx boongan.....
Design is the Expression
nie hasil desain gue...
menurut kalian gimana....????
iseng2 siy gue buatnya,wktu di kampus nggak ada kerjaan!!!
RINDU KEBERSAMAAN
Berkumpul ma orang tua itu emang harapan gue banget.....
udah hampir 7 tahun gue nggak ngerasain kebersamaan itu.....
sibuukk.......atau menyibukkan diri apa bahkan ada masalah!! entah lah....
yang terpenting gue rindu kebersamaan itu,,
sekarang gue udah gede n dewasa dan gue udah lebih mengerti!!!
tapi dulu..gue sulit buat mengerti!!
tapi inget...nggak ada satupun yang bisa bilang gue kurang kasih sayang karena gue nggak merasa kekurangan kasih sayang sedikitpun... kalau diatas gue bilang pengen banget kumpul lagi ma orang tua gue karena gue rindu ma mereka dan bukan berarti gue kurang kasih sayang dari meraeka...
ibu gue sekarang emang udah kembali ke tempat dimana gue habisin hari-hari gue dulu....
tapi sayang sekarang gue udah kuliah di kota lain so...ga ada yang namanya kebersamaan.
tapi gue nggak nyesel ko... mungkin ini emang udah diatur ma Tuhan.....
dan meskipun begitu gue tetep ingin membahagiakan mereka.....
gue sempet bicara panjang lebar ma ibu gue tentang semua yang terjadi.....
dan ternyata harapan ibu tentang gue amat sangat besar....
itu membuat gue lebih mengeti dan berusaha menjadi apa yang ibu gue harepin dari diri yang lemah ini!!
andai gue bisa bicara jujur ma ibu gue...
gue akan bilang ibu udah jadi bagian dari nyawa aku....
dia udah buat gue jadi orang yang kuat selama ini...
dan mengajari gue hidup mandiri menghadapi masalah-masalah sendirian....
yah...... MANDIRI DARI SEGALA HAL!!!!.....
Sejarah Fotografi
Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena camera obscura.
Beberapa abad kemudian, banyak orang yang menyadari serta mengagumi fenomena ini, beberapa diantaranya yaitu Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, dan kemudian berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar (Bachtiar: 10).
Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 21), nama camera obscura diciptakan oleh Johannes Keppler pada tahun 1611:
“By the great Johannes Keppler has designed a portable camera constructed as a tent, and finaly give a device a name that stuck: camera obscura… The interior of the tent was dark except for the light admitted by a lens, which foucussed the image of the scene outside onto a piece of paper.” (Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan akhirnya memberi nama alat tersebut sebuah nama yang terkenal hingga kini: camera obscura… Keadaan dalam tenda tersebut sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas).
Pada awal abad ke-17 seorang ilmuwan berkebangsaan Italia bernama Angelo Sala menemukan, bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Demikian pula Professor anatomi berkebangsaan Jerman, Johan Heinrich Schulse, pada 17127 melakukan percobaan dan membuktikan bahwa menghitamkan pelat chloride perak yang disebabkan oleh cahaya dan bukan oleh panas merupakan sebuah fenomena yang telah diketahui sejak abad ke-16 bahkan mungkin lebih awal lagi. Ia mendemonstrasikan fakta tersebut dengan menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak; saying ia gagal mempertahankan gambar secara permanent.
Kemudian sekitar tahun 1800, seorang berkebangsaan Inggris bernama Thomas Wedgwood, bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada camera obscura berlensa (pada masa itu camera obscura lazimnya pinhole camera yang hanya menggunakan lubang kecil untuk cahaya masuknya), tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah fotogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak.
Sementara itu di Inggirs, Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama dengan Schulse. Pelatnya dengan cepat berubah menjadi hitam walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui camera obscura tanpa lensa.
Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamrnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanent. Kemudian ia pun mencoba menggunakan kamera obscura berlensa, proses yang disebut ”heliogravure” pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.
Merasa kurang puas, tahun 1827 Niepce mendatangi desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) untuk mengajaknya berkolaborasi. Dan jauh sebelum eksperimen Niepce dan Daguerre berhasil, mereka pernah meramalkan bahwa: “fotografi akan menjadi seni termuda yang dilahirkan zaman.”
Sayang, sebelum menunjukkan hasil yang optimal, Niepce meninggal dunia. Baru pada tanggal 19 Agustus 1839, Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling.
Fotografi mulai tercatat resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya. Pada tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.
Januari 1839, penemu fotografi dengan menggunakan proses kimia pada pelat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma. Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan.
Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 22), arsitek utama dunia fotografi modern adalah seorang pengusaha, yaitu George Eastman. Melalui perusahaannya yang bernama Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.
Tahun 1950 mulai digunakan prisma untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex (SLR), dan pada tahun yang sama Jepang mulai memasuki dunia fotografi dengan produksi kamera NIKON. Tahun 1972 mulai dipasarkan kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.
Kemajuan teknologi turut memacu fotografi secara sangat cepat. Kalau dulu kamera sebesar tenda hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang sangat tajam dalam ukuran sebesar koran.
cory from annisalestari.multiply.com
cory from annisalestari.multiply.com
Langkah-langkah memilih kamera
1) Kenali karakteristik Anda sendiri dalam bidang fotografi
- Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam sehari)
- Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)
- Berapa anggaran yang kita sediakan?
- Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)
- Target waktu 'balik modal' dari kamera yang akan kita beli tersebut?
Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, 'balik modal' bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih belum 'balik modal'.
2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda inginkan sesuai karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut seperti:
- Harga
- Berat
- Warna body
- Ukuran sensor dan resolusi
- Ukuran body
- Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)
- Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)
- Kekuatan flash
- Ketersediaan asesoris
- Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash
- dsb.
3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas:
- Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.
- Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.
- Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.
4) Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi & gadget atau situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti:
- www.dpreview.com
- www.dcviews.com
- www.steves-digicams.com
- reviews.cnet.com
- www.digitalcamerareview.com
- www.fredmiranda.com
- www.dcresource.com
- dsb.
5) Tips-tips tambahan:
- Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan 'nambah uang dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu'. Ingat-ingat prioritas fitur di Langkah 3 di atas.
- Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory card, batere, lensa tambahan, dsb.
- Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual oleh kita sendiri.
- Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?
- Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.
- Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.
Langganan:
Postingan (Atom)


